Jakarta, 10 Agustus 2023 - Bulan Juli 2023 menyaksikan lonjakan inflasi year on year (y-on-y) sebesar 3,08 persen, menggambarkan kenaikan harga yang signifikan pada sejumlah sektor. 

Indeks Harga Konsumen (IHK) mengalami kenaikan hingga mencapai 115,24. Laporan yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan bahwa dampak inflasi ini dirasakan secara berbeda di berbagai wilayah.


Variasi Inflasi di Berbagai Wilayah

Inflasi tertinggi terjadi di Merauke dengan lonjakan sebesar 5,21 persen, dan IHK mencapai 116,10. 

Sementara itu, Gunungsitoli mencatatkan inflasi terendah, hanya sebesar 0,50 persen, dengan IHK sebesar 116,28. Perbedaan ini menunjukkan variasi dalam tekanan harga di berbagai daerah.

Kenaikan Harga pada Kelompok Pengeluaran

Inflasi y-on-y terjadi akibat kenaikan harga pada berbagai kelompok pengeluaran. 

Data menunjukkan bahwa kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami kenaikan sebesar 1,90 persen. 

Sementara itu, kelompok transportasi mengalami lonjakan tertinggi, yakni sebesar 9,58 persen. 

Kenaikan juga terjadi pada kelompok pakaian, perumahan, kesehatan, rekreasi, pendidikan, dan lainnya, masing-masing dengan persentase yang bervariasi.


Pertumbuhan Harga Secara Berkala

Selain inflasi y-on-y, data juga mencatatkan tingkat inflasi month to month (m-to-m) pada Juli 2023 sebesar 0,21 persen. 

Sedangkan tingkat inflasi year to date (y-to-d) pada Juli 2023 mencapai 1,45 persen. Ini menunjukkan bahwa tren kenaikan harga juga terjadi secara berkala dalam periode yang lebih pendek.


Inflasi Komponen Inti

Dalam melihat inflasi komponen inti, yang mengabaikan fluktuasi harga makanan mentah dan energi, terlihat bahwa inflasi y-on-y pada Juli 2023 mencapai 2,43 persen. 

Sementara itu, inflasi month to month (m-to-m) hanya sebesar 0,13 persen, dan inflasi year to date (y-to-d) sebesar 1,20 persen. Data ini menunjukkan bahwa meskipun fluktuasi harga tertentu terjadi, inflasi komponen inti cenderung lebih stabil.


Langkah Pengendalian Inflasi

Dalam menghadapi tren inflasi yang naik, pemerintah perlu melanjutkan upaya untuk mengendalikan tekanan harga. 

Langkah-langkah seperti memastikan pasokan makanan stabil, mengendalikan biaya transportasi, dan meningkatkan koordinasi dalam rantai pasokan dapat membantu meredam kenaikan harga yang berlebihan. 

Dengan demikian, ekonomi Indonesia dapat terus tumbuh dalam lingkungan yang stabil dan berkelanjutan.

Post a Comment